oleh

Peretas China Lakukan Spionase Muslim Uighur Lewat Facebook

DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara

Trendingpublik.com, INTERNASIONAL – Sekelompok peretas di China mengawasi warga muslim Uighur dengan menggunakan Facebook. Hal ini di sampaikan oleh pihak Facebook Inc, pada Rabu (23/3/21), dimana para peretas China menggunakan platform Facebook untuk mengawasi warga Uighur yang berada di luar negeri dengan menggunakan tautan malware yang bisa  merusak perangkat mereka serta melakukan pengawasan.

Perusahaan media sosial tersebut mengatakan, para peretas yang diketahui sebagai Earth Empusa atau Evil Eye dalam industri keamanan, aktivis aktivis, jurnalis dan pembelot, terutama warga Uighur, kelompok Muslim terbesar di China yang mengalami penindasan.

Facebook menyampaikan target para peretas ini kurang dari 500, yang kebanyakan berasal dari wilayah Xianjiang tapi tinggal di luar negeri seperti di Turki, Kazakhstan, Amerika Serikat, Suriah, Australia, dan Kanada. Di kutip dari France 24, Kamis (25/3/21).

Sebagian besar peretasan terjadi dari Facebook dan mereka menggunakan situs tersebut untuk berbagi tautan ke situs web yang berbahaya membagikan malware di platform tersebut.

“Kegiatan ini memiliki cirri khas operasi dengan sumber daya yang baik dan persisten, sambil mengaburkan siapa dibelakangnya,” jelas penyelidik keamanan siber Facebook dalam sebuah unggahan blog.

Facebook membuat kelompok peretas menggunakan akun Facebook palsu untuk menyamar sebagai jurnalis fiktif, pelajar, pembela hak asasi manusia atau anggota komunitas Uighur untuk membangun kepercayaan dengan target mereka dan mengelabui mereka dengan link link berbahaya.

 

Peretas membuat situs berbahaya dengan menggunakan domain yang mirip situs berita Uighur dan situs berita Turki ternama dan situs web yang dikiunjungi oleh target.

 

Facebook juga menemukan situs web yang dibuat oleh grup peretas tersebut karena toko aplikasi android pihak ketiga dengan aplikasi bertema Uighur, seperti aplikasi doa dan aplikasi kamus, yang berisi malware.

 

Facebook dalam penyelidikanya menemukan dua perusahaan China, Beijing Best United Technology Co Ltd (Best Lh) dan Dalian 9Rush Technology Co Ltd (9Rush) telah mengembangkan perangkat Android yang digunakan oleh grup tersebut.

 

Kedutaan besar China di Washington tidak segera mengirimkan pesan permintaan komentar atas laporan Facebook ini. Beijing kerap membantah tuduhan spionase dunia maya.

 

Reuters tidak dapat segera menemukan informasi Dalian 9Rush Technology Co Ltd. Seorang pria yang menjawab nomor kontak yang terdaftar untuk Beijing Best United Technology Co Ltd menutup telepon.

 

Facebook meledak pada akun grup tersebut, yang disebutkan kurang dari 100, dan telah berbagi domain berbahaya dan memberitahu orang-orang yang disebut sebagai target. (rdks)

News Feed