oleh

Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai Tokoh yang Dihormati Oleh Taliban

DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara

Trendingpublik.Com, Afghanistan – Mantan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai dan orang kepercayaannya kini lebih berpeluang mendapatkan posisi penting dalam pemerintahan baru di bawah Taliban. Sejumlah tokoh petinggi Taliban diketahui telah melakukan pertemuan dengan Hamid Karzai dan pejabat tinggi Afghanistan Abdullah Abdullah di Kabul pada 18 Agustus 2021 lalu.

Di lansir dari detik.com, Hamid Karzai merupakan kepala suku Popalzai di Afghanistan diketahui saat pasukan Amerika Serikat (AS) dan sekutu menginvansi Afghanistan pada 2001 silam, Hamid menggerakan suku-suku di sekitar Kandahar untuk melawan Taliban. Hamid Karzai kemudian menjadi presiden Afghanistan selama dua periode, 2004-2009 dan 2009-20014.

“Hamid Karzai tokoh yang dihormati kedua bela pihak (Taliban dan rezim Asharf Ghani). Dia mungkin bisa bergabung dengan pemerintahan yang baru walau pun saya belum bisa mengonfirmasi apa pun karena komunikasi dengan Kabul masih terkendala,” ungkap Wakil Duta Besar Republik Islam Afghanistan Qais Barakzai, Rabu (1/9/2021).

Setelah Hamid Karzai selesai menjabat digantikan oleh Asharf Ghani. Dia pernah datang ke Indonesia pada April 2017 bertemu dengan Presiden Joko Widodo meminta membantu upaya damai dengan Taliban. Menjelang Taliban masuk Kabul pada 15 Agustus lalu, dia justru pergi ke Uni Emirates Arab. Alasan untuk menghindari kemungkinan terjadinya pertempuran.

Padahal, menurut Qais Barakzai, ketika Taliban mendekat kota-kota di sekitar Kabul, mereka justru sudah mengungkapkan niat untuk berdialog dengan Asharf Ghani.

“Bagi saya jika Asharf Ghani tetap di Kabul dan tidak pergi ke UEA (bisa kemungkinan bergabung). Namun karena meninggalkan negara dan ada kekosongan kekuasaan, kami merasa tidak ada kemungkikan Ashraf Ghani akan mendapatkan posisi formal tertentu di pemerintahan yang baru,” kata Qais.

Terkait kabar penangkapan sejumlah pejabat pemerintahan di Afghanistan, bahkan ada yang dibunuh Qais Barakzai tidak dapat mengkonfirmasinya. Sejauh ini dia masi percaya Taliban memegang janjinya untuk memberikan amnesty kepada lawan-lawan politiknya.

“Insiden itu (penengkapan dan pembunuhan) pegawai pemerintah itu kemungkinan terjadi di luar Kabul dan lebih bersifat personal ketimbang kebijakan resmi Taliban,” kata diplomat yang pernah bertugas di India itu. (rdks)

News Feed