banner 728x250

Pilkada Bolmut, Tak Ada Partai Tunggal Yang Bisa Mengusung Calon

Foto: Ilustrasi
DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara

Boroko – Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) yang akan dilaksanakan serentak pada tahun 2018 mendatang. Partai – partai yang saat ini menduduki parlemen di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolmut seperti Partai Nasdem, Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengaku sampai saat ini belum menyatakan sikap mendukung Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan bertarung dipilkada Bolmut.

Tokoh politik Bolmut, Nafiz Tahir, saat bertemu dengan sejumlah wartawan, mengatakan, bahwa seharusnya calon-calon bupati yang akan bertarung dipilkada Bolmut ini baik itu Bupati Petahana, Ketua DPRD maupun calon bupati lainnya, seharusnya sudah melakukan pendekatan terhadap pimpinan – pimpinan partai yang menduduki parlemen di DPRD saat ini mengingat sarat pencalonan Bupati dan Wabup untuk mencalonkan diri harus diusung oleh partai yang memiliki kursi di DPRD Bolmut.

“Calon Bupati dan Wabup Bolmut ini harus mengambil langkah cepat untuk melakukan lobi-lobi politik untuk mendapatkan dukungan dari partai yang duduk diparlemen, mengingat untuk pilkada tahun ini tidak ada partai tunggal yang memenuhi persaratan untuk mencalonkan kepala daerah.

“Syarat mencalonkan kepala daerah sesuai dengan syarat Komisi Pemilihan Umum harus mendapatkan dukungan dari empat kursi parlemen, dan calon kepala daerah belum memenuhi persaratan tersebut, karena hanya mengantongi tiga kursi diparlemen sehingga perlu mendapatkan dukungan dari partai lain yang menduduki parlemen DPRD Bolmut,” ungkap Bung ece sapaan akrab Nafiz tahir itu.

Terpisah, Anggota DPRD Bolmut, Partai PKB, Gerindra dan Nasdem, Ramses Sondakh, Reba Pontoh dan Muliyadi Pamili, saa dimintai tanggapannya mengungkapkan, bahwa sampai saat ini belum menenuntukan sikap siapa yang akan diusung pada pilkada Bolmut.

Mereka pun mengungkapkan, bahwa segala keputusan mereka serahkan kepada DPW masing – masing partai untuk memutuskan siapa yang akan didukung, sehingga ketiga partai ini masih membuka komunikasi terhadap calon kepala daerah yang akan bertarung dipilkada 2018 nanti.

(Har)