banner 728x250

Sangadi Boroko Timur Di Demo Warga

Foto: Tuntutan Warga
DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara

Boroko – Sejumlah Masyarakat Desa Boroko Timur Kecamatan Kaidipang yang mengatas namakan Aliansi Peduli Masyarakat Boroko Timur, melakukan aksi (Demo) di depan Kantor Camat Kaidipang dengan tujuan menuntut Sangadi Desa Boroko Timur Robi Pakaya, agar dapat  segera diturunkan sebagai Kepala Desa Boroko Timur.

Hal ini disuarakan oleh, Koordinator Aksi Salma Paputungan mengatakan, sangadi harus turun dari jabatan, karena menurut kami perbuatan sangadi sudah tidak lagi sesuai sebagai seorang pengayom masyarakat, karena telah menginjak-injak harga diri  dan kehormatan perempuan. “Camat dan Bupati juga harus bertindak tegas untuk dapat  memecat Sangadi Boroko Timur,” tegas Salma.

Dia menambahkan, apa yang ditunjukan oleh Sangadi Boroko Timur yang diduga telah melakukan pernikahan yang ketiga dan sangat anehnya lagi melakukan perceraian tidak melalui proses pengadilan. “Kami minta  pihak BPD Desa Boroko timur secepatnya melakukan pleno dan menurunkan Sangadi Boroko Timur, karena sudah membuat resah masyarakat setempat. Kami akan terus melakukan pengawalan agar aspirasi kami dapat segera diproses,” beber Salma.

Sementara itu, Camat Kaidipang Hi. Ramin Buhang, S.Sos mengatakan, “bahwa aspirasi masyarakat Desa Boroko Timur pastinya akan ditindak lanjuti oleh pihak  BPD Desa Boroko timur dan kami akan menfasilitasi apa yang menjadi aspirasi masyarakat dan kami juga akan menunggu apa yang menjadi keputusan BPD Boroko timur,” kata Ramin.

Terpisah, Sangadi Boroko Timur Robi Pakaya, saat dikonfirmasi oleh sejumlah media mengatakan, “saya sangat mengapresiasi tuntutan dari puluhan masyarakatnya Boroko Timur, namun seharusnya tuntutan masyarakat tersebut dilakukan di Kantor Desa Boroko Timur. Kalau saya melakukan korupsi dan perzinaan atau tersandung persoalan hukum, maka saya siap turun dari jabatan sebagai sangadi, tetapi apa yang menajdi tuntutan masyarakat adalah persoalan privasi saya yang kemudian tidak menggangu program saya di Desa,” tutup Pakaya

(Har)