banner 728x250

DPRD Ingin Pariwisata Bolmut Lebih Berkembang

Foto: Karel Bangko, SH
DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara

Boroko – Ketua DPRD Bolaang Mongondow Utara, Karel Bangko mendorong para generasi muda untuk terus mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam menunjang dunia Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) di daerah.

“Dengan inovasi dan kreativitas maka akan mendorong sektor pariwisata, sehingga dapat menarik orang untuk berkunjung ke Bolaang Mongondow Utara,” kata Karel Bangko, belum lama ini.

Menurutnya, pengembangan inovasi serta kreativitas tidak hanya mengandalkan potensi alam saja, melainkan mengacu pada potensi sumber daya manusia yang ada.

Ia menjelaskan, potensi SDM banyak membantu peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, hal itu tentunya dibalut dengan kekhasan budaya itu sendiri, Daerah kita ini memili banyak potensi wisata, terutama di ibukota. Dan hanya Bolaang Mongondow Utara di Sulut ini yang dikelilingi oleh obyek wisata yang berada di pusat kota,” ungkapnya.

Pengembangan pariwisata di Bolaang Mongondow Utara, tidak bisa hanya mengandalkan keindahan alam semata, walalupun masih banyak tempat yang belum terjama, tetapi juga harus ditunjang dengan kearifan lokalnya, contohnya saja di Bali. “Bali menajadi sangat terkenal seperti sekarang ini karena mereka terus memperkenalkan dan menggali potensi budaya mereka, hal itu sangat diminati oleh para wisatawan,” imbuhnya

Selain itu, kata karel, semua wilayah yang ada di Bolmut, terdiri dari 106 Desa dan 1 kelurahan harus bisa menikmati jaringan seluler yang sama, agar semua ikut merasakan perubahan yang ada.

“Kita memerlukan banyak kajian terhadap masterplan lintas sektor terutama dengan bisnis berbasis teknologi informasi komunikasi (TIK). Jangan sampai kita jadi gigit jari di akhir karena kuenya banyak diambil lari pemain global,” katanya.

Masterplan harus disesuaikan dengan perubahan zaman dan tuntutan masyarakat yang serba digital dan tertaut dalam jejaring maya.

“Dalam hemat saya, regulasi harus adaptif. Masterplan dan regulasi harus selaras perubahan zaman. Pun demikian, startup TIK juga tetap harus melihat aspek lokal secara matang,” pungkasnya.

(Har)