Trendingpublik.Com, Jatim – Kabar wafatnya Try Sutrisno pada Senin (2/3), pagi di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta menjadi duka nasional yang menggema di berbagai daerah. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia ini pernah menjabat sebagai Panglima ABRI dan Wakil Presiden RI periode 1993–1998.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak masyarakat mengibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang selama dua hari sebagai bentuk penghormatan kenegaraan atas wafatnya Try Sutrisno.
Khofifah menyampaikan ajakan tersebut di Surabaya dengan merujuk pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara. Ia menegaskan bahwa pengibaran setengah tiang bukan sekadar simbol formal, melainkan wujud penghormatan bangsa kepada pemimpin yang telah mengabdikan hidupnya bagi kedaulatan Indonesia.
“Indonesia kehilangan sosok pemimpin yang memiliki integritas tinggi. Kepergian beliau bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga besar TNI, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia. Beliau adalah prajurit sejati dan negarawan yang menjaga keutuhan NKRI,” ujar Khofifah.
Try Sutrisno dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan disiplin. Ia memulai karier militernya dari jenjang bawah hingga mencapai posisi strategis sebagai Panglima ABRI. Pengalaman panjang di dunia militer membentuk pemahamannya yang mendalam tentang dinamika keamanan nasional. Saat menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, ia menempatkan stabilitas dan ketahanan nasional sebagai prioritas utama pembangunan.
Dalam sejarah pemerintahan Indonesia, ia menjalankan peran sebagai Wakil Presiden pada masa transisi penting pembangunan nasional. Ia lebih memilih bekerja secara nyata daripada banyak berbicara. Sikap tersebut membentuk citranya sebagai tokoh yang konsisten menjaga stabilitas negara.
Khofifah menambahkan bahwa generasi penerus bangsa harus mewarisi semangat nasionalisme yang telah Try Sutrisno tunjukkan. Ia mengajak masyarakat tidak hanya mengenang jasa almarhum, tetapi juga meneladani nilai kepemimpinan yang ia tinggalkan. (tp)












