Trendingpublik.Com, Bolmut – Hilal Ramadan 2026 jadi penentu awal Puasa Ramadan Umat Muslim menjadi perhatian utama dunia Islam. Otoritas keagamaan di Kerajaan Arab Saudi secara resmi mengimbau masyarakat untuk melakukan pemantauan hilal pada Selasa malam, bertepatan dengan tanggal 29 Sya’ban 1447 Hijriah.
Melalui pengumuman resmi, Mahkamah Agung Arab Saudi meminta seluruh umat Muslim di wilayah kerajaan ikut berpartisipasi dalam pengamatan bulan sabit yang menjadi dasar dimulainya Awal Puasa Ramadan.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian penting dari tradisi syariat Islam yang telah berlangsung selama berabad-abad.
“Kami mengajak siapa pun yang dapat melihat hilal untuk segera melaporkan kesaksiannya ke pengadilan terdekat,” demikian bunyi pernyataan resmi yang disampaikan otoritas kerajaan.
Prosedur Resmi Penentuan Awal Puasa Ramadan
Penetapan Awal Puasa Ramadan di Arab Saudi selalu mengikuti mekanisme ketat. Prosesnya dimulai dengan pemantauan hilal secara langsung, baik menggunakan mata telanjang maupun alat bantu optik seperti teleskop.
Setelah laporan masuk, pengadilan akan melakukan verifikasi saksi sebelum keputusan diumumkan secara nasional.
Menurut laporan Saudi Press Agency, masyarakat juga dapat meminta bantuan pusat layanan untuk diarahkan menuju lokasi pengadilan agar kesaksian tercatat secara resmi.
Mengapa Hilal Ramadan 2026 Sangat Penting?
Hilal bukan hanya fenomena astronomi. Ia menjadi simbol dimulainya fase spiritual terbesar umat Islam.
Bayangkan seperti garis start dalam sebuah maraton panjang. Semua pelari bersiap, tetapi lomba baru benar-benar dimulai saat peluit dibunyikan. Dalam konteks Islam, hilal adalah peluit tersebut.
Tanpa kepastian terlihatnya hilal, umat Islam belum dapat memulai ibadah puasa.
Dua Skenario Penentuan Awal Puasa Ramadan
1. Hilal Terlihat pada Selasa Malam
Jika pengamatan berhasil dan hilal dinyatakan valid, maka Ramadan akan dimulai pada hari Rabu.
Keputusan ini biasanya diumumkan hanya beberapa jam setelah proses verifikasi selesai.
2. Hilal Tidak Terlihat (Istikmal)
Jika hilal gagal terlihat, bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari. Artinya, Awal Puasa Ramadan baru dimulai pada hari Kamis.
Metode ini dikenal sebagai istikmal, yaitu penyempurnaan bulan berjalan.
Mahkamah Agung menekankan bahwa partisipasi publik sangat penting. Mereka yang memiliki pengalaman astronomi atau keterampilan pengamatan bulan dianjurkan bergabung dengan komite pemantau.
Langkah ini memperkuat akurasi keputusan sekaligus meningkatkan rasa kebersamaan umat.
“Partisipasi masyarakat menjadi kontribusi berharga bagi kepentingan umat Islam secara luas,” tulis pernyataan resmi tersebut. (rdks-tp)












