Trendingpublik.Com, Ekonomi – Bansos Rp17,5 Triliun digelontorkan pemerintah menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah peningkatan kebutuhan pokok.
Pemerintah mengumumkan kebijakan tersebut dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Februari 2026.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan penyaluran bantuan sosial dilakukan secara bertahap. Program menyasar jutaan keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Bansos Rp17,5 Triliun mencakup program reguler dan adaptif. Program reguler meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako.
PKH diberikan kepada keluarga prasejahtera yang memenuhi kriteria. Bantuan sembako disalurkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan pangan selama Ramadan.
Menurut Gus Ipul, program tersebut bertujuan menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga. Pemerintah menilai momentum Ramadan dan Idulfitri membutuhkan intervensi fiskal yang tepat.
PKH tetap menjadi tulang punggung perlindungan sosial. Penyaluran dilakukan melalui mekanisme yang telah terintegrasi dengan data terpadu kesejahteraan sosial.
Bantuan sembako disalurkan dalam bentuk bahan pangan pokok. Skema ini dirancang untuk menekan beban pengeluaran keluarga penerima.
Pemerintah memastikan validasi data dilakukan secara berkala. Langkah tersebut diambil untuk meminimalkan potensi salah sasaran.
Selain program reguler, pemerintah menyiapkan bantuan sosial adaptif. Skema ini digunakan untuk merespons situasi tertentu. Bantuan adaptif diarahkan pada wilayah terdampak bencana. Skema juga disiapkan untuk kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat.
Kementerian Sosial menyiapkan mekanisme fleksibel. Penyaluran dilakukan sesuai kebutuhan lapangan. Penyaluran bansos dilakukan secara bertahap. Proses distribusi dimulai menjelang Ramadan dan berlanjut hingga setelah Idulfitri.
Daya beli masyarakat menjadi fokus utama kebijakan ini. Pemerintah memandang Ramadan sebagai periode dengan lonjakan konsumsi.
Intervensi bansos diharapkan menjaga perputaran ekonomi domestik. Konsumsi rumah tangga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Bansos Rp17,5 Triliun disebut sebagai bagian dari strategi perlindungan sosial. Pemerintah menargetkan stabilitas ekonomi tetap terjaga. (rdks-tp)












