oleh

Sering Ganti Oli Mobil Berdasarkan Kilometer ? Ini Faktanya

Trendingpublik.com, Jakarta – Penggantian oli mesin kendaraan wajib dilakukan secara berkala. Jika meremehkan soal penggantian oli, sangat mungkin mobil kesayangan Otolovers akan menginap di bengkel.

Salah satu acuan yang masih dianut oleh sebagian besar orang saat mengganti oli mobil adalah angka pada odometer. Padahal, mengganti oli mobil kini bukan lagi soal berapa kilometer mobil sudah dipakai.

Saat melakukan penggantian, salah satu acuannya adalah melihat seberapa jauh kendaraan sudah dipakai. Dari angka kilometer itulah kemudian kebanyakan orang memutuskan apakah harus mengganti oli atau tidak.

Tapi faktanya, kini mengganti oli mesin mobil tidak berpatokan pada kilometer. Melainkan pada seberapa sering mobil itu dipakai dan kondisi jalan yang dilalui mobil tersebut.

Sebab, menurut mekanik Heron Motorsport, Heron, penggunaan pelumas seharusnya melihat seberapa sering mesin tersebut bekerja. Sehingga penggantian oli dibatasi dalam satuan waktu oli itu bekerja, bukan dari seberapa jauh kilometer yang ditempuh.

“Enggak bisa dibilang penggantian oli itu setiap 10.000 kilometer atau 20.000 kilometer, karena itu sudah ada waktunya. Oli di mobil itu enggak bisa dihitung seperti itu. Karena yang bikin olinya (produsen oli), sudah menentukan berapa lama masa pakainya dalam hitungan jam, bukan pakai kilometer,” jelas Heron.

Dia juga menambahkan, saat kendaraan dihadapkan pada kondisi macet, kilometer mobil tidak bertambah dengan begitu banyak, tetapi tingkat kinerja di ruang mesin terus bekerja maskimal.

“Kaya mesin di pabrik, itu kan enggak jalan mesinnya. Enggak ketemu 100-200 kilometer, yang dihitung jam kerja mesin itu berapa? Kalau mesin itu bekerja 24 jam berarti sudah berapa lama usia pakainya? Di mobil juga kaya gitu, misalkan macet satu jam, itu kan mesin tetap jalan dan pelumas juga bekerja meski mobil tidak bergerak,” tambah Heron.

Sumber: Otoasia.com

News Feed