Berita Trending, Terbaru,Terkini dan Terpercaya
MasukIndeks

Kasus Terbakarnya Zahro Express Harus Tuntas

Kasus terbakarnya zahro expres
Anggota DPR RI soroti Kasus terbakarnya zahro expres
Advertisements

Trendingpublik.Com, Nasional – Anggota Komisi V DPR RI yang membidangi perhubungan dan infrastruktur, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, meminta Kementerian Perhubungan untuk menginvestigasi secara mendalam kasus terbakarnya kapal wisata Zahro Express di Perairan Kepulauan Seribu pada Minggu (1/1/2017). Ia menegaskan bahwa penyelesaian kasus Zahro Express harus tuntas, Kementerian Perhubungan harus menemukan penyebab utama, dan aparat harus mencari pihak yang paling bertanggung jawab atas kasus ini. Neng Eem menyampaikan hal tersebut dalam rilis yang diterima Parlementaria pada Jumat (6/1/2017).

Penuntasan kasus ini harus dilakukan dengan serius dan menyeluruh, agar kejadian yang sama tidak terulang di kemudian hari. Kasus ini, menurutnya, menunjukkan carut-marutnya pengelolaan angkutan perhubungan laut di Indonesia.

“Kasus ini harus dijadikan momentum perbaikan pengelolaan angkutan laut di negara kita ini, apalagi Presiden Joko Widodo sudah mencanangkan adanya tol laut. Kalau kondisinya seperti ini, siapa yang mau percaya pada angkutan perhubungan laut kita,” ujarnya.

DPR RI Soroti Kasus Terbakarnya Zahro Expres

Anggota DPR RI dari F-PKB ini menyoroti bobroknya pengelolaan angkutan perhubungan laut yang tampak dalam kasus terbakarnya Zahro Express. Ia menegaskan bahwa pihak pengelola tidak mencatat manifest penumpang sesuai dengan jumlah penumpang yang sebenarnya naik ke kapal. Kapal yang mulai beroperasi pada 2013 dan memiliki sertifikat kelayakan perjalanan tetap mengalami kebakaran serta tidak menyediakan fasilitas keselamatan memadai. Selain itu, otoritas pelabuhan mengeluarkan surat izin pelayaran tanpa melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap kondisi kapal maupun penumpangnya.

“Tragedi terbakarnya Zahro Express telah menewaskan 23 orang dan entah berapa lagi rakyat Indonesia yang hilang di perairan itu, kita tidak mampu mendata karena dokumen administrasi yang dimiliki kapal tidak sesuai dengan kondisi riilnya. Ini peringatan bagi pemerintah, karena keselataman masyarakat yang menjadi penumpang adalah tanggung jawab pemerintah,” ungkap Neng Eem.

Karena itu dia mendukung sepenuhnya keinginan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang lima kerabatnya menjadi korban dalam kasus Zahro Express, untuk membentuk Panitia Khusus atau Pansus guna menuntaskan kasus terbakarnya kapal wisata ini.

“Pembentukan Pansus menjadi penting untuk menjamin penuntasan kasus ini sebagai evaluasi dan pembelajaran bagi pemerintah dalam menyelenggarakan angkutan perhubungan laut yang benar dan selamat,” jelas Neng Eem.

Seperti diketahui kapal wisata Zahro Express hangus terbakar saat beranjak dari pelabuan Muara Angke menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Hingga saat ini tercatat sebanyak 23 orang meninggal akibat dari kebakaran kapal wisata ini. Selain itu, belasan penumpang luka-luka dan jumlah penumpang yang hilang masih belum jelas. Manifes KM Zahro Express mencatat hanya 100 penumpang, padahal data yang lain menyebutkan kapal wisata ini diisi penumpang sebanyak 247 orang dari kapasitas kapal yang katanya mencapai 285 penumpang.

Sumber : DPRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses