oleh

Inggris Buka Pintu Wisatawan Uni Eropa Yang Telah Divaksin Ganda

DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara

Trendingpublik.Com, LONDON – Perdana Menteri Boris Johnson diperkirakan akan menyetujui pembukaan kembali pintu Inggris bagi wisatawan yang telah di vaksiniasi ganda dari Uni Eropa dan Amerika Serikat pada Rabu (28/7/21).

Para menteri pemerintah Inggris mendorong perdana menteri untuk bertindak. Keputusan itu muncul setelah dengan kondisi dinilai aman untuk mulai menerima kembali turis asing tanpa perlu melakukan karantina jika mereka suda menerima dua dosis vaksin. Mengutip seorang pejabat Whitehall, langka tersebut dapat berlaku mulai minggu depan. Dilansir dari Rapublika, sumber Financial Times.

Berita tersebut muncul setelah Bandara Heathrow Inggris meminta pemerintah pada Senin (26/7/) untuk membuka negara itu bagi pengunjung yang telah divaksinasi dari Uni Eropa dan AS mulai akhir bulan ini. Langka tersebut akan membantu mendorong pemulihan perjalanan.

Kepala Eksekutif Hethrow John Hollan-Kaye mengatakan Inggris dapat mengecualikan warga Amerika Serikat yang divaksinasi sepenuhnya dari karantina dalam beberapa hari mendatang. Dia ingin lebih banyak negara ditambahkan ke daftar hijau Inggris untuk perjalanan beresiko rendah.

Air Lines UK, Badan industry yang mewakili Britis Airways, Virgin Atlantic, Easy Jet dan lainya memperingatkan lebih banyak pekerjaan penerbangan akan pergi jika pemerintah tidak membuat perubahan pada tinjauan perjalanan berikutnya yang diharapkan akhir pekan ini.

Heathrow merupakan salah satu bandara tersibuk di Eropa sebelum pendemi melanda. Holland-Kaye mengatakan pembatasan perjalanan Inggris menekan volume perdagangan dan permintaan wisatawan, mendorong kerugian pendemi kumulatif menjadi 4 miliar dolar AS.

Tingkat penumpang di Hethrow sekitar 20-25 persen dari tingkat pra-pendemi. Sementara, menurut Holland-Kaye, bandara Eropa sudah kembali ke sekitar 50 persen.

“Tanpa pesawat penumpang pergi ke pasar global seperti AS, ekspor Inggris tidak keluar dari negara itu, dan Inggris akan tertinggal dan itu akan membebani pekerjaan, kecuali kita membukanya,’’ kata Holland-Kaye.

News Feed