Trendingpublik.Com, Bisnis – Harga emas dunia pada perdagangan Jumat (19/9) ditutup menguat, menandakan respons pasar terhadap keputusan Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) yang memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin. Meski demikian, pasar tetap berhati-hati karena bank sentral AS menegaskan bahwa inflasi masih menjadi ancaman utama, sehingga menimbulkan keraguan terkait laju pemangkasan suku bunga selanjutnya.
Pergerakan Harga Logam Mulia Global. Mengutip data yang dilansir Reuters, Senin (22/9), berikut catatan pergerakan sejumlah komoditas utama logam mulia:
Spot gold: naik 0,8% menjadi US$3.672,08 per troy ounce.
Emas berjangka: menguat 0,7% ke level US$3.705,80.
Spot silver: melesat 2,2% menuju US$42,70.
Platinum: naik 1,4% ke posisi US$1.403,02.
Palladium: relatif stabil di US$1.150,04.
Kenaikan signifikan pada emas dan perak menegaskan bahwa logam mulia tetap menjadi instrumen lindung nilai utama di tengah ketidakpastian kebijakan moneter global.
Pemangkasan suku bunga oleh The Fed telah memberikan dorongan terhadap pasar emas. Penurunan suku bunga membuat dolar AS melemah sehingga meningkatkan daya tarik emas bagi investor internasional. Namun, komentar pejabat The Fed yang menekankan inflasi masih tinggi menjadi faktor penghambat euforia pasar.
Analis pasar dari RJO Futures, Bob Haberkorn, menyatakan bahwa emas masih berada di jalur bullish.”Tren emas tetap positif, hanya saja saat ini tengah jeda usai keputusan The Fed. Dalam waktu dekat, harga emas realistis bisa menembus US$4.000 per troy ounce,” ujarnya. (rdks-TP)












