Trendingpublik.Com, Bola – Arsenal vs Chelsea kembali menyajikan duel sarat tensi. Kali ini, The Gunners keluar sebagai pemenang setelah menaklukkan Chelsea dengan skor tipis 1-0 pada leg kedua semifinal Piala Carabao di Stadion Emirates, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB. Hasil ini memastikan Arsenal melaju ke final dengan agregat 4-2.
Gol kemenangan Arsenal tercipta di menit-menit akhir pertandingan melalui Kai Havertz, mantan pemain Chelsea, yang menjadi penentu di tengah tekanan besar dari tim tamu. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang catatan impresif Arsenal yang tak terkalahkan dalam 10 pertemuan terakhir melawan Chelsea.
Arsenal vs Chelsea: Awal Laga Penuh Ketegangan
Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berjalan hati-hati. Kedua tim tampak sadar betul besarnya taruhan semifinal. Chelsea sempat menciptakan momen berbahaya ketika Robert Sánchez dipaksa bekerja keras akibat dua umpan balik yang nyaris berbuah blunder.
Kesalahan William Saliba hampir dimanfaatkan Liam Delap, namun tembakannya masih melebar. Arsenal merespons dengan penguasaan bola rapi, meski belum mampu menembus pertahanan rapat The Blues.
Duel Lini Tengah dan Hujan Ganggu Ritme
Hujan yang mengguyur Emirates Stadium membuat lapangan licin. Beberapa pemain kehilangan keseimbangan saat mencoba mengontrol bola. Trevoh Chalobah bahkan sempat mencoba peruntungan lewat tembakan jarak jauh, meski bola melenceng jauh dari sasaran.
Marc Cucurella tampil aktif di sisi kiri Chelsea. Ia terlibat dalam beberapa duel keras sebelum Piero Hincapié memaksa Sánchez melakukan penyelamatan gemilang lewat tendangan melengkung pada menit ke-18.
Peluang Arsenal Jelang Turun Minum
Arsenal mulai meningkatkan intensitas serangan selepas menit ke-30. Gabriel Martinelli hampir membuka keunggulan, namun Malo Gusto menunjukkan disiplin tinggi dengan memblokir tembakan pemain Brasil tersebut.
Menjelang akhir babak pertama, Chelsea mendapat ujian serius. Kepa Arrizabalaga harus menepis keras sepakan Enzo Fernández pada menit ke-43. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga jeda.
Chelsea Lebih Agresif di Babak Kedua
Usai turun minum, Chelsea tampil lebih berani. João Pedro nyaris mencetak gol lewat tembakan yang dibelokkan, sementara Eberechi Eze sigap memblokir upaya Jorrel Hato.
Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, kemudian memasukkan Cole Palmer dan Estêvão pada menit ke-60. Pergantian ini memberi energi baru. Cucurella dan Fernández sama-sama mencoba peruntungan dari luar kotak penalti, namun bola belum menemui sasaran.
Arteta Ubah Skema, Arsenal Menunggu Momen
Mikel Arteta merespons dengan melakukan pergantian ganda di lini depan pada menit ke-69. Arsenal tidak terburu-buru. Mereka memilih menunggu celah sambil menjaga keunggulan agregat.
Peluang emas datang dari Gabriel Magalhães. Sundulannya hasil umpan silang Martín Zubimendi berhasil diblok Cucurella tepat di garis pertahanan.
Drama Menjelang Akhir Laga
Chelsea terus menekan. Chalobah melepaskan voli spekulatif yang berujung sepak pojok. Dari situ, Wesley Fofana menyundul bola, namun arahnya melebar.
Saat Chelsea mati-matian mencari gol, Arsenal justru menemukan ruang. Declan Rice membawa bola ke depan, lalu mengirimkan umpan terobosan matang kepada Kai Havertz.
Gol Kai Havertz Tentukan Nasib
Havertz tampil dingin. Ia melewati Robert Sánchez sebelum menceploskan bola ke gawang. Stadion Emirates bergemuruh. Gol di masa tambahan waktu itu memastikan kemenangan Arsenal 1-0 sekaligus tiket ke final Piala Carabao.
Bagi Havertz, gol ini terasa emosional. Ia mencetak gol penentu ke gawang mantan klubnya di laga krusial.
Arsenal ke Final, Chelsea Kembali Menunggu
Hasil ini membawa Arsenal ke final Piala Carabao pertama mereka sejak mengangkat Piala FA pada 2020. Sementara itu, Chelsea kembali harus menunda ambisi menambah gelar, dengan catatan belum memenangkan kompetisi ini sejak 2015. (rdks-tp)












